Sistem Pengering Dayung Berongga Uap, Pengering Dayung Industri Untuk Lumpur
Properti Dasar
Properti Perdagangan
| Nama: | Pengering Dayung Berongga | Bahan: | SUS304 |
|---|---|---|---|
| Sumber Panas: | Uap | Model: | KJG-150 |
| Kekuatan: | 55KW | Kelembapan awal: | 80% |
| Kelembaban Akhir: | 35% | Masukan: | 1T/jam |
| Menyoroti | Pengering Dayung Berongga Uap,Sistem Pengering Dayung Berongga,Pengering Dayung Industri Untuk Lumpur |
||
Pengering Dayung Berongga Uap untuk Lumpur
I, Struktur dasar
Terdiri dari dua poros bilah yang saling terkait, rumah berbentuk W dengan jaket, alas, dan bagian transmisi.
II, Prinsip kerja
Bahan yang akan dikeringkan secara kuantitatif dan kontinu dimasukkan ke port pengumpanan pengering oleh pengumpan sekrup. Setelah bahan masuk ke mesin, kelembaban permukaan yang terkandung dalam bahan menguap melalui putaran bilah. Pada saat yang sama, bahan diangkut dalam jalur spiral bersama dengan putaran poros dayung menuju port pembuangan, dan terus diaduk selama pengangkutan untuk memungkinkan kelembaban yang merembes keluar dari bahan terus menguap. Akhirnya, produk berkualitas yang dikeringkan secara merata dikeluarkan dari port pembuangan.
III, Fitur
1. Pengering dayung memiliki konsumsi energi rendah, biaya sistem rendah, dan biaya operasional rendah.
2. Dapat menangani berbagai macam bahan, menyebabkan sedikit polusi lingkungan, dan beroperasi secara stabil.
FAQ
1. T: Dibandingkan dengan peralatan pengering lainnya, apa keunggulan pengering dayung berongga uap ini untuk mengolah lumpur?
J: Untuk bahan seperti lumpur yang lembab, lengket, dan terkadang berbau, pengering dayung memiliki keunggulan signifikan. Keunggulan intinya terletak pada pemanasan tidak langsung dan agitasi pembersihan mandiri. Media pemanas (seperti uap) mentransfer panas melalui poros berongga dan dayung, menghilangkan kebutuhan akan sejumlah besar udara sebagai pembawa panas. Oleh karena itu, ia memiliki efisiensi termal tinggi, volume gas buang rendah, dan lebih hemat energi serta ramah lingkungan. Secara bersamaan, putaran dayung terus-menerus mencampur dan mengikis bahan, secara efektif mencegah penumpukan kerak pada permukaan pemanas dan memproses lumpur dari tahap "plastik" hingga tahap "granular", menghasilkan pengeringan yang seragam.
2. T: Saat mengeringkan lumpur, apa penyebabnya jika output rendah atau kadar air output tinggi?
J: Ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, yang dapat diperiksa satu per satu:
Masalah sumber panas: Tekanan uap yang tidak mencukupi atau kandungan air dalam uap. Tekanan uap perlu disesuaikan dan kondensat dikeringkan.
Parameter operasi peralatan: Kecepatan spindel yang tidak mencukupi atau sudut kemiringan peralatan yang tidak sesuai mempengaruhi kecepatan pengumpanan material dan efek pencampuran.
Faktor material: Kecepatan pengumpanan berlebihan, kelembaban berlebihan, atau efisiensi perpindahan panas berkurang karena material menempel pada permukaan pemanas atau kerak.
Drainase dan pembuangan yang buruk: Penyumbatan pada sistem drainase kondensat atau hambatan pada pipa pembuangan kelembaban.
3. T: Bagaimana cara memanaskan dan memulai peralatan dengan benar selama operasi untuk menghindari malfungsi?
J: Prosedur start-up yang tepat sangat penting untuk masa pakai peralatan. Selalu buka katup uap secara perlahan saat spindel berputar. Disarankan untuk memanaskan selama minimal 30 menit untuk memungkinkan pemanasan dan ekspansi yang seragam. Jangan pernah memasukkan uap bersuhu tinggi langsung ke dalam peralatan saat dingin. Sebelum memulai, periksa arah putaran motor secara singkat dan pastikan impeler tidak bergesekan dengan dinding silinder. Pengumpanan hanya boleh dimulai setelah tekanan uap mencapai tingkat yang diperlukan dan peralatan berjalan lancar.
4. T: Apa saja poin-poin penting dan item inspeksi berkala untuk pemeliharaan pengering lumpur ini?
J: Pemeliharaan preventif rutin adalah kuncinya.
Inspeksi Rutin/Mingguan: Termasuk level oli gearbox, memeriksa kebocoran atau panas berlebih di area segel poros, dan memverifikasi pembacaan instrumen normal.
Inspeksi Bulanan: Pantau tren suhu bantalan dan gearbox, kondisi bilah (jika dapat diakses), dan kebocoran pada pipa media pemanas.
Inspeksi Tahunan atau Saat Shutdown: Lakukan inspeksi internal yang komprehensif, fokus pada keausan dan korosi bilah, poros utama, dan dinding silinder, serta lakukan inspeksi menyeluruh pada gearbox, bantalan, dan segel.
5. T: Apa yang harus saya lakukan jika sambungan putar (saluran masuk/keluar uap) bocor setelah operasi yang lama?
J: Kebocoran sambungan putar biasanya disebabkan oleh keausan atau kerusakan pada gasket internal atau segel dinamis. Pertama, hentikan mesin untuk diperiksa dan ganti bagian yang rusak. Ini adalah masalah pemeliharaan umum; menggunakan suku cadang yang berkualitas dan pemasangan yang tepat akan menyelesaikan masalah.
6. T: Mengapa mesin ini lebih cocok untuk pengolahan lumpur? Apa yang harus dipertimbangkan sebelum memilih model ini?
J: Komposisi dan karakteristik lumpur (seperti viskositas, korosif, dan volatilitas) kompleks dan bervariasi, dan lumpur dari sumber yang berbeda sangat berbeda. Desain pengering dayung memungkinkannya untuk menangani bahan "sulit" seperti itu. Langkah paling penting sebelum pemilihan adalah melakukan pengujian material, karena data kadar air saja tidak dapat mencerminkan karakteristik pengeringan yang sebenarnya. Anda perlu memberikan sampel lumpur yang representatif kepada pemasok, dan idealnya melakukan uji skala pilot, untuk menentukan parameter proses dan model peralatan yang akurat, menghindari pemilihan yang salah.
Kontak person: Miss. Jocelyn Li
Telp: 86-0519-88670818